Tugas Polisi Lalu-lintas

Tugas Polisi Lalu Lintas adalah melaksanakan Tugas Polri di bidang Lalu-lintas yang meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan dalam pengendalian Lalu-lintas untuk mencegah dan meniadakan segala bentuk gangguan serta ancaman agar terjamin keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran Lalu-lintas di jalan umum.

Fungsi Polisi Lalu-lintas

Fungsi Polisi Lalu Lintas adalah penyelenggaraan tugas Polri di bidang Lalu-lintas yang merupakan penjabaran kemampuan teknis profesional yang meliputi :

A. Pendidikan masyarakat lalu lintas (Police Traffic Education).

          Pendidikan dan pembinaan masyarakat dalam rangka keamanan Lalu-lintas dengan kegiatan-kegiatan yang diarahkan terhadap :

1)      Masyarakat yang terorganisir adalah :

  • Patroli Keamanan Sekolah (PKS).
  • Pramuka Lantas.
  • Kamra Lalu-lintas.

2)      Masyarakat yang tidak terorganisir adalah :

Terhadap masyarakat pemakai jalan ditujukan untuk menciptakan “Traffic Mindennes”, melalui kegiatan :

  • Penerangan, penyuluhan, pemberitaan melalui media massa, film dan brosur.
  • Pekan Lalu-lintas, pameran lalu-lintas.
  • Taman Lalu-lintas.

B.  Pengkajian masalah Lalu-lintas (Police Traffic Engineering) meliputi kegiatan sebagai berikut :

  • Penelitian terhadap penyebab kecelakaan, kemacetan dan pelanggaran Lalu-lintas (yang menyangkut kondisi jalan dan kendaraan).
  • Pengawasan terhadap pemasangan dan penempatan : Jalan (Way), Rambu-rambu Lalu-lintas (Traffic Sign), Alat-alat pengatur Lalu-lintas (Traffic Signal), dan Marka jalan (Road Mark).

C. Penegakan hukum Lalu-lintas (Police Traffic Law Enforcement).

1)      Preventif :

  • Pengaturan Lalu-lintas (Traffic Direction)
  • Penjagaan/pengawasan Lalu-lintas (Traffic Obsevation).
  • Pengawalan Lalu-lintas (Traffic Escort).
  • Patroli Lalu-lintas (Traffic Patrol).

2)      Represif :

  • Penyidikan kecelakaan Lalu-lintas (Traffic Accident Investigation).
  • Penindakan terhadap pelanggaran Lalu-lintas (Traffic Enforcement).

D. Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor

  1. Pemeriksaan pengetahuan dan kemampuan calon pengemudi kendaraan bermotor.
  2. Penyelenggaraan perijinan pengemudi kendaraan bermotor.
  3. Penyelenggaraan Administrasi, Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.
  4. Pengumpulan dan pengolahan data Lalu-lintas.

E. Patroli Jalan Raya (PJR)

  1. Menyelenggarakan kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli di sepanjang jalan raya lingkungannya.
  2. Melaksanakan penindakan pelanggaran lalu-lintas dan penanganan pertama TKP kecelakaan lalu-lintas di sepanjang jalan yang menjadi tanggungjawabnya.
  3. Melaksanakan penindakan kriminalitas yang terjadi disepanjang jalan atau melalui jalan tempat kejadian perkara.
  4. Mengirimkan berkas perkara pelanggaran lalu-lintas ke pengadilan dan berkas penanganan pertama kecelakaan lalu-lintas dan kriminalitas ke satuan kewilayahan sesuai dengan tempat kejadian perkara.
  5. Membuat rencana dan program kegiatan PJR dalam menghadapi ancaman Kamtibmas di jalan dalam beat wilayah tugasnya.
  6. Memelihara sarana pendukung tugas sesuai dengan spesifikasi, kualitas dan kuantitasnya.
  7. Melaksanakan pedoman/petunjuk dan prosedur tugas-tugas PJR.
  8. Mengadakan koordinasi dan kerjasama dalam rangka melaksanakan pengkajian terbatas, penegakan hukum gabungan (emisi, teknik laik jalan), penelitian kecelakaan lalu-lintas dan survey rute perjalanan VVIP / VIP.
  9. Melaksanakan kegiatan Dikmas lantas kepada masyrakat pemakai jalan.
  10. Melaksanakan pengawasan, analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas PJR secara kualitatif dan kuantitatif dengan berjenjang dari Unit PJR sampai dengan Den PJR.

F. Informasi Lalu-lintas

  1. Pelaksanaan perumusan kebijaksanaan penyelenggaraan pembinaan sistem informasi lalu-lintas dalam rangka pembinaan fungsi lalu-lintas Kepolisian secara menyeluruh.
  2. Pelaksanaan dan penyiapan serta perumusan rencana penyelenggaraan kegiatan sistem informasi lalu-lintas yang bersifat terpusat maupun tingkat kewilayahan.
  3. Penyiapan dan perumusan rencana pengadaan piranti lunak dan piranti keras serta aplikasi guna mendukung kegiatan sistem informasi lalu-lintas.
  4. Penyelenggaraan pengkajian dan pengembangan teknologi informasi lalu-lintas untuk menjamin kecepatan, ketepatan dan kelancaran serta keamanan dan kerahasiaan data dan informasi lalu-lintas.
  5. Penyelenggaraan administrasi operasional, pengumpulan dan pengolahan data kendaraan bermotor, pengemudi, kecelakaan lalu-lintas dan pelanggaran lalu-lintas serta pelaksanaan dan pengevaluasian untuk menjadi informasi lalu-lintas dalam bentuk angka, statistik, diagram atau badan / peta yang teratur.
  6. Penyelenggaraan koordinasi dan kerjasama dengan organisasi/badan/instansi terkait dalam rangka pelaksanaan tugasnya.
  7. Membantu pelaksanaan pemantauan situasi lalu-lintas di jalan dan pengerahan sistem pengendalian mobil patroli jalan raya yang menggunakan sistem GPS/ GIS.
  8. Penyelenggaraan pemeliharaan dan perawatan terhadap piranti lunak maupun keras sistem aplikasi yang telah berjalan dan digunakan.
  9. Penyelenggaraan pelatihan komputer guna peningkatan kemampuan personel lalu-lintas dalam mengoperasikan aplikasi bidang lalu-lintas untuk mendukung tugas sehari-hari.

Peranan Polisi Lalu-lintas

Peranan Polisi Lalu Lintas adalah sebagai berikut :

  1. Aparat penegak hukum lalu-lintas.

  2. Aparat penyidik kecelakaan lalu-lintas.

  3. Aparat yang memiliki kewenangan tugas polisi umum.

  4. Unsur bantuan komunikasi dan lain-lain

 

PERSYARATAN PEMBUATAN SIM :

Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan (Pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009). 

Adapun persyaratan pemohon sim sesuai dengan Pasal 81 UU No. 22 Tahun 2009 Yaitu: 

1. Permohononan tertulis, dalam hal ini yaitu mengisi   
   formulir pandaftaran yang telah disediakan oleh     
   petugas pelayanan sim Satlantas Polres 
   Pandeglang.
2. Bisa baca dan tulis.
3. Memiliki pengetahuan peraturan lalulintas jalan 
    jalan dan teknik dasar kendaraan bermotor.
4. Batas Usia :
    -  17 Tahun untuk pemohon Sim A dan C
    -   20 Tahun untuk pemohin Sim A dan B1 
    -   21 Tahun untuk pemohon Sim BII
    -   22 Tahun untuk pemohon Sim BI Umum
    -   22 Tahun untuk pemohon Sim BII Umum
5. Melengkapi Syarat Administrasi berupa:
    -   Fotokopi KTP 2 Lembar dan lampirkan KTP asli.
    -   Untuk perpanjang lampirkan SIM yang lama
6. Sehat Jasmani dan Rohani, dalam hal ini pemohon 
    diwajibkan untuk melampirkan surat keterangan 
    kesehatan dari dokter. 
7. Lulus uji teori Audio Visual Integrated System 
   (AVIS)
8. Lulus uji praktek Simulator dan Lapangan

Adapun syarat tambahan berdasarkan pasal 81 ayat (6) UU No 22 Tahun 2009, bagi setiap pengemudi kendaraan bermotor yang akan mengajukan permohonan:

▪  Surat izin mengemudi BI harus memiliki SIM A 
     sekurang - kurangnya 12 bulan
▪  Surar izin mengemudi BII harus memiliki SIM BI 
     sekurang - kurangnya 12 bulan.

 

PELAYANAN PERPANJANGAN SIM :

Jika masa berlaku SIM sudah habis, sesuai dengan peraturan terbaru maka pembuatan SIM akan mengikuti prosedur yang sama seperti membuat SIM Baru. Kebijakan ini sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) No. 9 Tahun 2012, tentang Surat Izin Mengemudi (SIM). SIM dikatakan habis (mati) apabila lewat dari ketentuan tanggal yang tertera dalam masa berlaku SIM.

Perpanjangan SIM yang habis masa berlakunya dikenai beban biaya yang setara dengan pembuatan SIM Baru, untuk SIM A senilai Rp 120.000, dan SIM C Rp 100.000. Sedangkan untuk perpanjangan SIM sebelum masa berlakunya berakhir dikenai biaya Rp 80.000 untuk SIM A dan Rp 75.000 untuk SIM C (seperti tertera di atas). 

Biaya Perpanjangan SIM  sebagai tertera:

  • SIM A Rp 80.000,00
  • SIM B I Rp 80.000,00
  • SIM B II Rp 80.000,00
  • SIM C Rp 75.000,00
  • SIM D Rp 30.000,00

 

PELAYANAN E-TILANG :

1. Polisi melakukan tilang

2. Data tilang dimasukkan ke aplikasi

3. Pelanggar akan menerima notifikasi via SMS berisi jumlah denda dan kode pembayaran

4. Pelanggar membayar denda maksimal melalui m-Banking, ATM, dan teller BRI dan BNI

5. Struk pembayaran diserahkan ke petugas untuk mengambil barang bukti yang disita

6. Data pelanggaran dikirimkan ke pengadilan untuk menerima ketetapan hakim

7. Jaksa mengeksekusi amar/putusan tilang

8. Pelanggar akan menerima notifikasi berisi amar/putusan tilang dan sisa dana tilang

9. Pelanggar menerima sisa dana melalui transfer atau mengambilnya ke bank

 

Data tilang ini terintegrasi dengan database registrasi dan identifikasi (regident) kendaraan.

Jika pengendara tak kunjung menebus barang bukti yang disita, seperti SIM atau STNK, polisi dapat memblokir regident kendaraan sehingga pemiliknya tidak bisa membayar pajak di Samsat.

Adapun sistem e-Tilang ini terintegrasi dengan e-Samsat. Sama seperti e-Tilang, e-Samsat akan membuat pengendara hanya melakukan pembayaran via perbankan.
 
Pengendara hanya perlu ke kantor Samsat untuk proses pengesahan STNK.

 

PROSEDUR PENGAMBILAN TILANGAN MELALUI SIDANG

 

Hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah melihat tanggal sidang pada surat tilang, karena jika datang tidak sesuai tanggal yang ditentukan, SIM/STNK yang akan kita ambil tidak akan ada. jadi percuma kita datang.Datang ke Pengadilan yang ditunjuk sesuai tanggal sidang (tidak harus pagi, karena datang pagi bukan jaminan bisa sidang lebih awal).

Masuk ke bagian loket, disini kita tukarkan surat tilang dengan nomor panggil(nomor panggil bukan nomor antrian. Sehingga, saat sidang yang datang awal belum tentu bisa sidang duluan kalau belum dipanggil)

Tunggu sampai ada petugas yang menginstruksikan untuk masuk ruang sidang
Saat di ruang sidang kita harus benar – benar pasang telinga dan mencocokkan nomor panggil yang kita dapat(kali aja kita dateng siangan dapet panggilan di awal)

Biasanya saat dipanggil tidak Cuma satu orang saja tapi bareng – bareng beberapa orang, Setelah itu kita akan dibacakan kesalahan kita dan berapa denda yang harus dibayarkanSetelah itu kita akan diarahkan masuk ke ruangan pembayaran denda
Setelah kita bayar denda, SIM/STNK kita akan diserahkan